00000403_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Hina Matsuri: Festival Khusus Anak Perempuan

Hina Matsuri: Festival Khusus Anak Perempuan

00000403_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Sumber : http://trendstyle96.net

 

00000403_xxxx_x02
Sumber : https://c1.staticflickr.com

Apakah Anda pernah mendengar tentang “Hina Matsuri”? Hina Matsuri (matsuri artinya festival) adalah sebuah perayaan yang bertujuan untuk memohon kesehatan bagi anak perempuan dalam keluarga dan dirayakan oleh seluruh orang Jepang setiap tanggal 3 Maret. Biasanya, setiap keluarga akan menghias rumah mereka dengan memajang boneka “hina”, yaitu boneka berbentuk manusia, sekaligus untuk menyambut musim semi. Pada tanggal 3 Maret pun biasanya bertepatan dengan berbunganya pohon buah persik (peach), sehingga tanggal tersebut juga diperingati sebagai Festival Buah Persik.

00000403_xxxx_x03
Sumber :  http://common3.pref.akita.lg.jp

Boneka “Hina” ini normalnya mulai dipasang sejak sekitar tanggal 4 Februari, paling telat pun sekitar akhir bulan Februari. Boneka orang-orangan ini digunakan sebagai “tumbal” pengganti agar anak-anak di rumah keluarga tersebut terhindar dari penyakit dan celaka sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan bahagia.

00000403_xxxx_x03
Sumber :  http://jiik.jp/articles/VNSpU

Ketika Hina Matsuri sudah berakhir, boneka-boneka “Hina” tersebut harus segera dibereskan dan disimpan. Mengapa? Konon katanya, karena boneka “Hina” menjadi “tumbal penjaga”, memajangnya terlalu lama dapat membawa dampak buruk. Selain itu, jika terlambat dibereskan, anak perempuan keluarga tersebut akan sulit menikah.

00000403_xxxx_x05
Sumber : http://item.rakuten.co.jp

Hina Matsuri juga dirayakan dengan menyiapkan berbagai masakan mewah di atas meja makan, seperti Ama Zake (sake yang beralkohol) dan berbagai jenis kerang bernama “hamaguri” dan “sazae” yang dianggap sebagai makanan pembawa keberuntungan. Mengapa kerang, ya? Ternyata, bentuk katup kerang yang berpasang-pasangan dijadikan simbol “pasangan” yang membawa makna baik. Selain itu, ada juga berbagai makanan kecil lain yang terbuat dari tepung beras serta hanya dimakan saat Hina Matsuri saja, contohnya seperti “hishi mochi”, yaitu mochi berbentuk belah ketupat.

00000403_xxxx_x06
Sumber : http://erecipe.woman.excite.co.jp

Dari antara berbagai makanan tersebut, yang paling populer adalah Chirashi Sushi. Bahan-bahan yang terdapat dalam Chirashi Sushi ini mengandung berbagai makna tersendiri, lho! “Renkon” atau akar teratai yang berlubang melambangkan diri yang mampu melihat masa depan yang sukses. Udang yang punggungnya melengkung seperti orang tua melambangkan umur yang panjang karena mampu hidup hingga berusia tua. “Mame” atau kacang-kacangan melambangkan kerja keras dalam bekerja (karena “mame” juga berarti serius). Penampilan Chirashi Sushi yang ditata secara apik pun terlihat menarik dan enak. Chirashi Sushi dapat Anda nikmati di luar masa perayaan Hina Matsuri, jadi jika Anda berkesempatan ke Jepang, jangan lupa dicoba, ya!

00000403_xxxx_x07
Sumber : http://wp-shikishima.jp

Gimana? Semakin membuat Anda penasaran dengan festival tradisional Jepang yang satu ini? Jika Anda ke Jepang sekitar tanggal 3 Maret, Anda bisa melihat keindahan perayaan Hina Matsuri dengan hiasan boneka hina yang sangat khas Jepang.

Translated by Monica Leona

ABOUT

Noren Japan dipersembahkan oleh Fantasia Inc. yang merupakan perusahaan penyedia dukungan dalam berbagai pengembangan bisnis antar negara di wilayah Asia berdasarkan nilai yang lahir dari perbedaan budaya dari negara-negara tersebut. Kami berharap dengan Fantasia Inc., kami dapat membuat Asia menjadi lebih menarik dan menyenangkan!