00000433_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Pernah Dengar “Kabuki”? Seni Budaya Tradisional Jepang Ini Ternyata Keren Banget!

Pernah Dengar “Kabuki”? Seni Budaya Tradisional Jepang Ini Ternyata Keren Banget!

00000433_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Sumber:http://eiga.com

 
Sumber:http://www.ntj.jac.go.jp

“Kabuki” adalah sebuah seni drama tradisional Jepang yang biasa ditampilkan di teater. Kabuki sendiri sudah terdaftar di UNESCO sebagai warisan budaya yang tidak berwujud untuk melindungi legenda/peninggalan lisan dan sebagainya. Seni yang menampilkan gaya kostum dan make-up yang eksentrik dan tidak biasa ini ternyata berakar dari “Kabuki Odori” atau “tarian kabuki” yang muncul sekitar 400 tahun yang lalu.


Sumber:http://www.chichibu.co.jp

Kabuki sendiri terdiri dari drama, tarian, dan musik. Meskipun terbagi, kabuki dibuat semenarik mungkin agar menjadi suatu kesatuan masterpiece seni serta ketiga komponennya dapat dinikmati oleh para penontonnya.


Sumber:http://entertainmentstation.jp

Sejak zaman Tokyo masih disebut “Edo” dan Kyoto-Osaka masih disebut “Kamigata”, para pemain kabuki dan penulis naskah terus memperbaharui dan menambah jumlah repertoar mereka agar sesuai dengan permintaan dan preferensi para peminat kabuki di setiap zamannya, khususnya di Edo dan Kamigata. Maka dari itu, kabuki pun terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Sumber:http://sekatabi.net

Satu hal yang paling khas dari kabuki adalah semua pemainnya adalah pria. Jika ada peran wanita pun, yang memerankan adalah pria! Pria yang memainkan peran wanita dalam kabuki disebut “Onnagata” dan mereka benar-benar tampil dan bertingkah laku selayaknya wanita sehingga menjadi tontonan menarik tersendiri. Peraturan yang melarang wanita untuk bermain dalam kabuki sudah berasal sejak zaman Edo (1603-1867). Selain “onnagata”, pria yang menjadi pemeran wanita juga disebut “ozakata” sedangkan pemeran pria disebut “tachiyaku” yang dianggap pemeran utama.

Sumber:http://cinema.ne.jp

Bagaimana bisa ya, pria yang memiliki postur tubuh yang besar dan suara yang rendah terlihat seperti wanita? Lewat coba-coba berbagai teknik seperti gestur, pemilihan kata, akting, hingga kostum, wig, dan make-up selama beratus tahun lamanya lah, “ozakata” menjadi seperti sekarang yang dikenal oleh orang Jepang.

Sumber:http://www.naigai-technos.co.jp

Hal lain yang bisa menjadi tontonan seru untuk Anda adalah panggung kabuki itu sendiri. Tak hanya di panggung, para pemain bisa saja keluar dari tempat dekat diletakkannya rangkaian bunga dari seni “Kadou” (seni merangkai bunga). Dari sana, pemeran akan mulai bermain dan bisa saja berhenti di tengah-tengah kursi penonton, sehingga Anda bisa melihat mereka dari jarak yang sangat dekat. Kemudian, ketika ingin mengganti latar atau scene, panggung bisa saja berputar! Ada juga kemungkinan si pemain tiba-tiba keluar dari tengah panggung juga, lho! Canggih sekali, ya!

Sumber:http://k-style.seesaa.net

Selama acara berlangsung, ada suatu waktu di mana terjadi interaksi antara pemain dan penonton agar suasana menjadi semakin “naik”. Biasanya, ketika pemeran tertentu masuk panggung atau ketika plotnya sudah semakin mendekati klimaks, penonton akan berteriak beberapa kata seperti “Yamashiro-ya!”, “Otowa-ya!”, atau teriakan-teriakan lainnya. Kata-kata yang diteriakkan ini disebut “Yago” yang merupakan nama garis keturunan pemeran kabuki dan bukan nama keluarga asli mereka. Kebiasaan ini dilakukan karena zaman dahulu pemeran kabuki tidak diperbolehkan untuk memiliki nama keluarga.

Sumber:http://allabout.co.jp

Pertunjukkan kabuki biasanya terbagi menjadi dua, yaitu kelompok siang dan kelompok malam. Biasanya keseluruhan pertunjukkan memakan waktu sekitar 3-4 jam, termasuk waktu istirahat di antara pertunjukkan dialog dan lagu. Karena terdiri dari beberapa pertunjukkan, tiket satuan untuk setiap pertunjukkan juga dijual. Selain itu, bagi Anda yang ingin memahami isi pertunjukkan, terdapat earphone guide berbahasa Inggris yang bisa Anda sewa.

Sumber:http://www.huffingtonpost.jp

Sekarang, Anda sudah tahu cukup banyak tentang Kabuki, ya! Kabuki terus ditampilkan di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Fukuoka dalam periode waktu yang tetap sehingga bisa Anda kunjungi kapan saja. Jika Anda sudah sampai di Jepang, sempatkan untuk menginjakkan kaki di teater kabuki, ya!

Translated by Monica Leona

ABOUT

Noren Japan dipersembahkan oleh Fantasia Inc. yang merupakan perusahaan penyedia dukungan dalam berbagai pengembangan bisnis antar negara di wilayah Asia berdasarkan nilai yang lahir dari perbedaan budaya dari negara-negara tersebut. Kami berharap dengan Fantasia Inc., kami dapat membuat Asia menjadi lebih menarik dan menyenangkan!