00000436_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Kenali Kebudayaan Jepang Lebih Dekat Melalui Shodo!

Kenali Kebudayaan Jepang Lebih Dekat Melalui Shodo!

00000436_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Sumber:https://dlmarket-jp
00000436_xxxx_x02
Sumber:http://www.kousen-fudeasobi.com

Di Jepang, terdapat budaya di bidang seni kaligrafi bernama shodo, yaitu seni menulis huruf dengan menggunakan kuas dan tinta. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan dunia shodo, yang bertujuan untuk mengekspresikan keindahan dari huruf secara mendalam.

Sejarah Shodo

00000436_xxxx_x03
Sumber:https://hudemoji.wordpress.com

Apakah Anda tahu bahwa huruf yang digunakan di Jepang saat ini berdasarkan huruf kanji yang berasal dari Cina? Sekitar 1200 tahun lalu, huruf tersebut kemudian disederhanakan sehingga lahirlah huruf hiragana dan katakana, serta penambahan huruf yang orisinil dari Jepang ke dalam kanji dari Cina, hingga terbentuk huruf yang digunakan di Jepang saat ini.

00000436_xxxx_x04
Sumber:http://www.aiko.ed.jp

Sekitar 1400 tahun lalu, bersamaan dengan disebarkannya ajaran Buddha ke Jepang dari Cina, budaya shodo ini pun mulai terbentuk. Karena pada zaman tersebut tidak ada printer, ajaran Buddha disebarkan dengan tulisan. Hal ini yang menjadi awal dari berkembangnya budaya shodo.

Perlengkapan Shodo

00000436_xxxx_x05
Sumber:http://photomaterial.net

Perlengkapan dasar shodo adalah kuas besar, kuas kecil, bokuju (tinta cair), suzuri (wadah untuk tinta), hanshi (kertas khusus untuk shodo), bunchin (pemberat untuk memfiksasi kertas), dan shitajiki (pengalas). Kuas besar digunakan untuk menulis huruf seperti huruf kanji, sedangkan kuas kecil digunakan untuk menulis nama sendiri di dekat huruf yang kita tulis dengan kuas besar. Bokuju adalah cairan berwarna hitam yang digunakan untuk menulis. Cairan hitam ini dibuat dengan cara menggosok tinta padat dengan air pada suzuri, wadah seperti papan dengan cekungan di ujung yang terbuat dari batu.

00000436_xxxx_x06
Sumber:http://photomaterial.net

Hanshi adalah kertas tradisional Jepang yang digunakan khusus untuk shodo, lebih tipis dari kertas biasa dan bertekstur kasar. Bunchin adalah pemberat yang digunakan untuk menahan hanshi agar tidak bergerak pada saat kita menulis. Shitajiki adalah kain berbahan felt yang dijadikan pengalas hanshi untuk memudahkan kita menulis.

Bostur dan cara menggunakan kuas yang baik dan benar

00000436_xxxx_x07
Sumber:http://www.aiko.ed.jp

Postur dan cara memegang kuas yang baik dan benar sangat mempengaruhi hasil dari sebuah karya. Dalam keadaan duduk di kursi, buka jarak sejauh kepalan tangan antara meja dengan tubuh, tegakkan punggung sambil rileks dan miringkan tubuh agak ke depan. Inilah postur shodo yang baik dan benar. Dengan postur yang baik dan benar, Anda dapat melihat hanshi dengan pandangan yang luas dan dapat menulis huruf dengan bebas.

00000436_xxxx_x08
Sumber:http://www.culture.gr.jp

Cara memegang kuas yang baik dan benar adalah memegang bagian tengah kuas diantara jempol dan jari telunjuk, dialasi dengan jari tengah, jari manis, jari kelingking. Memegangnya jangan terlalu erat ya! Pada saat menulis, jangan sampai siku Anda menyentuh meja. Poin penting adalah menulis sambil rileks dan menggerakkan kuas tanpa kaku!

00000436_xxxx_x09
Sumber:http://www.mdn.co.jp

Terdapat kelas shodo untuk wisatawan asing! Anda pun bisa mendapatkan pengalaman seni berkaligrafi shodo dengan mudah! Cobalah shodo saat Anda berkunjung ke Jepang!

Translated by Andi Muhammad Fadlillah Firstiogusran

ABOUT

Noren Japan dipersembahkan oleh Fantasia Inc. yang merupakan perusahaan penyedia dukungan dalam berbagai pengembangan bisnis antar negara di wilayah Asia berdasarkan nilai yang lahir dari perbedaan budaya dari negara-negara tersebut. Kami berharap dengan Fantasia Inc., kami dapat membuat Asia menjadi lebih menarik dan menyenangkan!