00000438_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Obon: Saat Orang Jepang Sembahyang kepada Leluhur

Obon: Saat Orang Jepang Sembahyang kepada Leluhur

00000438_xxxx_x01
Seni dan Budaya Jepang

Sumber:http://rubeusu-trend.com

 

00000438_xxxx_x02
Sumber:http://photozou.jp

Di Jepang, periode beberapa hari di sekitar tanggal 15 Agustus dikenal dengan nama “Obon”. Obon adalah saat yang digunakan oleh orang Jepang untuk sembahyang memperingati leluhur masing-masing. Setiap daerah memiliki adat Obon yang unik. Seperti Lebaran di Indonesia, orang Jepang pulang kampung saat Obon. Mereka berziarah ke makam para orang tua dan leluhur masing-masing. Konon, arwah leluhur kembali ke bumi selama periode Obon. Di awal Obon, orang-orang membakar lilin untuk menyambut arwah leluhur. Di akhir Obon, orang-orang kembali membakar lilin untuk mengirim arwah pergi kembali ke alam baka.

00000438_xxxx_x03
Sumber:http://www.e-ishi.jp

Perayaan Obon adalah bagian dari agama Buddha. Di dalam ajaran agama Buddha juga ada kepercayaan menyembah roh nenek moyang yang disebut Urabon atau Ulambana. Perayaan Obon pertama sejak kematian seorang leluhur disebut Hatsubon. Di Hatsubon, orang-orang mengadakan upacara peringatan yang lengkap.

00000438_xxxx_x04
Sumber:http://chimata-info.com

Obon biasanya dimulai sekitar tanggal 13 Agustus. Di hari itu, orang-orang menyalakan lilin untuk menyambut kedatangan arwah leluhur. Menurut kepercayaan orang Jepang, mereka perlu menyalakan lilin agar parah arwah tidak tersesat. Lalu di akhir perayaan Obon, kira-kira pada tanggal 16 Agustus, orang-orang kembali menyalakan lilin untuk mengirim para arwah kembali ke alam baka. Di foto di atas Anda bisa lihat salah satu contoh lilin yang digunakan saat Obon. Foto ini diambil di kota Nagasaki, dan ini merupakan cara orang-orang Nagasaki mengirim arwah leluhur mereka kembali ke alam baka.

00000438_xxxx_x05
Sumber:http://yamaguchi-city.jp/project/photo_event.html

Selain menyalakan lilin, orang Jepang juga menyalakan lampion kertas yang disebut “chochin” di awal Obon. Setiap tanggal 13 Agustus, orang-orang berbondong-bondong membawa lampion ke kuil. Di sana, lampion-lampion ini akan diberkati sebelum dinyalakan. Lalu, lampion harus dibawa pulang dalam keadaan menyala dan tidak boleh mati di tengah jalan. Sesampainya di rumah, api di dalam lampion digunakan untuk menyalakan lilin yang ditaruh di altar di dalam rumah. Di beberapa tempat, ada adat membawa lampion ke kuburan, bukan ke kuil.

00000438_xxxx_x06
Sumber:http://ktnpr.com

Di hari terakhir Obon, orang-orang membuat “boneka” kuda dari mentimun, terong, dan sumpit. Konon, kuda-kuda ini akan ditunggangi oleh arwah leluhur untuk kembali ke alam baka. Kuda-kuda ini kemudian dibakar bersama jerami di pekarangan atau di depan pintu rumah. Asapnya kemudian terbang tinggi ke surga bersama arwah para leluhur.

00000438_xxxx_x07
Sumber:http://blogs.yahoo.co.jp

Belakangan ini, memang tidak banyak orang yang menyalakan lilin untuk menyambut dan mengirim pergi arwah leluhur. Tetapi, setiap Obon, orang-orang Jepang selalu pulang ke rumah keluarga dan sembahyang memperingati leluhur mereka. Selain adat agama Buddha ini, periode Obon biasanya juga diramaikan dengan banyak pertunjukan kembang api. Kalau Anda datang ke Jepang di bulan Agustus, cobalah rasakan suasana perayaan Obon ini!

 

Translated by Aby Wijaya

 

ABOUT

Noren Japan dipersembahkan oleh Fantasia Inc. yang merupakan perusahaan penyedia dukungan dalam berbagai pengembangan bisnis antar negara di wilayah Asia berdasarkan nilai yang lahir dari perbedaan budaya dari negara-negara tersebut. Kami berharap dengan Fantasia Inc., kami dapat membuat Asia menjadi lebih menarik dan menyenangkan!