00000358_jpor_x01
Seni dan Budaya Jepang

Mengusir Iblis Dengan Kacang Kedelai di Hari “Setsubun”

Mengusir Iblis Dengan Kacang Kedelai di Hari “Setsubun”

00000358_jpor_x01
Seni dan Budaya Jepang

Sumber:http://www.worldfolksong.com

 

00000358_jpor_x02
Sumber:http://taokadental.com

Di Jepang, tanggal 3 Februari diperingati sebagai hari “Setsubun” untuk menandakan berakhirnya musim dingin dan bermulanya musim semi. Musim semi dianggap sebagai mulainya tahun yang baru. Oleh karena itu pada hari Setsubun, orang-orang melemparkan kacang kedelai dan memakan Ehomaki (sushi gulung panjang) untuk mendoakan keberuntungan untuk satu tahun kedepan. Yuk kita lihat adat-adat orang Jepang di hari Setsubun!

“Oni wa soto, Fuku wa uchi!”

00000358_jpor_x03
Sumber:https://s3-ap-northeast-1.amazonaws.com

Adat melempar kacang kedelai disebut “mamemaki” dalam Bahasa Jepang. Konon, hal-hal buruk mudah datang pada saat pergantian musim. Oleh karena itu, orang Jepang melakukan mamemaki pada saat Setsubun untuk mencegah hal-hal buruk dan mendoakan agar hal-hal baik lebih mudah datang.

00000358_jpor_x04
Sumber:http://www.tamentaico.com

Katanya, iblis biasanya mengunjungi rumah-rumah kalau sudah malam, jadi mamemaki dilakukan pada malam hari. Biasanya, satu anggota keluarga mengenakan kostum atau topeng untuk berperan sebagai iblis. Iblis melambangkan kemalangan yang tidak terlihat seperti penyakit dan kelaparan.

Lalu anggota keluarga lainnya mengusir keluar si iblis ini sambil menimpukinya dengan kacang kedelai dan berteriak “Oni wa soto, Fuku wa uchi!”, yang artinya adalah “iblis di luar, keberuntungan di dalam!”. Setelah si iblis keluar dari rumah, anggota keluarga yang tersisa masing-masing memakan kacang kedelai. Lucunya, jumlah kacang kedelai yang dimakan harus berjumlah umur si pemakan ditambah satu. Katanya, ini untuk memanggil keberuntungan.

“Yarikagashi”

00000358_jpor_x05
Sumber:http://i2.wp.com

Iblis juga konon benci dengan aroma ikan sarden. Oleh karena itu, orang Jepang biasanya memajang kepala ikan sarden kering di pintu masuk rumah. Kepala sarden ini ditusuk ke ranting daun holly yang bentuk daunnya seperti beduri. Ini katanya supaya iblis tidak kembali masuk ke dalam rumah setelah diusir.

“Ehomaki”

00000358_jpor_x07
Sumber:http://tk.ismcdn.jp

Lalu untuk makan malam, orang Jepang menyantap ehomaki, atau sushi gulung yang panjang, untuk memanggil keberuntungan.

Mungkin Anda sudah pernah melihat atau bahkan memakan sushi gulung. Biasanya sushi gulung disajikan terpotong-potong. Ehomaki tidak boleh dipotong, karena kalau sudah dipotong hilang keberuntungannya.

Dewa keberuntungan di Jepang disebut “Sichifukugami”, atau dewa tujuh keberuntungan. Ehomaki-pun biasanya diisi dengan 7 macam bahan.

Cara makannya pun tidak sembarangan. Agar keberuntungan bisa mendengar saat dipanggil, harus menghadap ke arah tertentu pada saat memakan ehomaki. Selain itu, tidak boleh berbicara atau besuara saat memakan Ehomaki. Yang paling penting, tidak boleh lupa memanjatkan doa dan permintaan sembari memakan Ehomaki!

00000358_jpor_x01
Sumber:http://doc-moba.net

Bagaimana, menarik kan? Budaya Jepang memang mementingkan simbolisme dan pertanda.

Belakangan ini, bahkan juga ada ehomaki roll, atau ehomaki yang terbuat dari kue bolu gulung di convenience store dan department store di Jepang. Kalau Anda mau sesuatu yang manis, boleh coba memakan ehomaki roll sambil mendoakan keberuntungan. Asalkan cara makannya benar, pasti tahun Anda menjadi lebih baik!

Translated by Aby Wijaya

 

1 thought on “Mengusir Iblis Dengan Kacang Kedelai di Hari “Setsubun””

Comments are closed.

ABOUT

Noren Japan dipersembahkan oleh Fantasia Inc. yang merupakan perusahaan penyedia dukungan dalam berbagai pengembangan bisnis antar negara di wilayah Asia berdasarkan nilai yang lahir dari perbedaan budaya dari negara-negara tersebut. Kami berharap dengan Fantasia Inc., kami dapat membuat Asia menjadi lebih menarik dan menyenangkan!