Noren Tips dan Trik

Mengenal 4 Hal Lebih Dekat Budaya dan Tata Krama Upacara Pemakaman di Jepang

Mengenal 4 Hal Lebih Dekat Budaya dan Tata Krama Upacara Pemakaman di Jepang

Noren Tips dan Trik

00000455_xxxx_x02
Sumber:http://www.keisyuusya.jp

Budaya Jepang memang unik. Anda mungkin sudah cukup familiar dengan banyak aspek budaya Jepang. Nah, kali ini Tim NOREN akan mengenalkan Anda dengan satu budaya Jepang yang tidak sering dibahas di luar Jepang: budaya pemakaman. Mari kita mengenal lebih dekat!


Sumber:http://houbutsuden.com

Keluarga dan kerabat mendiang berkumpul di rumah duka pada malam sebelum pemakaman untuk melakukan “otsuya”, atau malam terakhir bersama mendiang. Di sana, mereka bermalam sambil menjaga jenazah dari roh-roh jahat dengan cara menyalakan lilin dan dupa. Menurut kepercayaan, lilin dan dupa tidak boleh sampai mati atau habis saat otsuya.

00000455_xxxx_x03
Sumber:http://blog.goo.ne.jp

Selain keluarga dan kerabat, teman-teman dan kenalan-kenalan mendiang pun turut datang ke otsuya untuk terakhir kalinya melihat mendiang. Di malam ini, mereka saling bertukar cerita kenangan tentang mendiang semasa hidupnya.

00000455_xxxx_x04
Sumber:http://u-note.me

Orang-orang datang ke otsuya maupun upacara pemakaman dengan mengenakan pakaian berwarna gelap. Pria mengenakan jas, dasi, dan sepatu hitam, sedangkan wanita bisa mengenakan jas atau setelan berwarna gelap, maupun kimono berwarna gelap tanpa motif dan sabuk hitam.

00000455_xxxx_x05
Sumber:http://sogi-book.com

Saat berkunjung ke upacara pemakaman, orang-orang membawa sumbangan yang disebut dengan “koden”. Sumbangan ini dimasukkan ke dalam amplop khusus, dan diberikan ke pihak keluarga mendiang. Selain untuk menyampaikan rasa duka cita, sumbangan ini juga bisa diartikan sebagai bantuan keuangan untuk keluarga yang kehilangan. Jumlah sumbangan pun sebenarnya sudah ditentukan. Misalnya, untuk teman mendiang, kira-kira 5.000 – 10.000 yen.

00000455_xxxx_x06
Sumber:http://sogi-book.com

Hal yang perlu diperhatikan saat memberi sumbangan koden adalah, jangan pernah menggunakan uang kertas yang masih baru. Ini karena biasanya di Jepang uang kertas baru hanya bisa didapatkan di counter bank. Kalau ada yang menggunakan uang kertas baru, ia terkesan seperti sudah menduga kematian ini akan datang dan sudah menyiapkan uang sumbangan dari jauh hari. Ini tentunya tidak baik!

Beginilah budaya pemakaman di Jepang. Baik otsuya maupun upacara pemakaman dilaksanakan dengan tenang. Biasanya, kedua acara ini pun menjadi kesempatan untuk bertemu dengan anggota keluarga maupun kenalan yang jarang berjumpa. Tentunya, semua yang hadir harus sopan dan menghormati keluarga mendiang yang kehilangan.

 

Translated by Aby Wijaya

ABOUT

Noren Japan dipersembahkan oleh Fantasia Inc. yang merupakan perusahaan penyedia dukungan dalam berbagai pengembangan bisnis antar negara di wilayah Asia berdasarkan nilai yang lahir dari perbedaan budaya dari negara-negara tersebut. Kami berharap dengan Fantasia Inc., kami dapat membuat Asia menjadi lebih menarik dan menyenangkan!